Opung Binsar pergi ke rumah sakit di Medan untuk check-up. Kebetulan
banyak antri pasien-pasien yang semuanya ethnis Tionghoa. Saat Opung
Binsar duduk menunggu giliran, para orang-orang Tionghoa tadi, yang
semuanya ibu-ibu muda, sedang asyik ngobrol soal shio.
Mei-Mei: "Suami lu apa Shien..?"
Shien: "Suami gue sih monyet. Suami lu...?"
Mei-mei: "Suami gue babi. Sama kayak mertua laki-laki gue, babi juga."
Lie Hwa: "Oh... Gue kira suami elu bedua sama-sama monyet persis kayak suami gue."
(Opung Binsar heran dan terus mendengarkan percakapan mereka)
Mei-mei: "Oh enggak. Suami ama mertua gue sama-sama babi. Maka sifatnya sama-sama kayak babi."
Shien: "Oh gitu... Ipar elu yang buka bengkel di Thamrin apa Lie-Hwa?"
Lie Hwa: "Tikus, sama kayak istrinya juga tuh."
(Opung Binsar mulai emosi)....
Lie Hwa: "Mei, ipar lu yang ketemu di Sun Plaza kemarin itu apa..?"
Mei-mei: "Kambing, tapi anak-anaknya semua babi."
Opung Binsar tak tahan lagi dan teriak,
"Kurang ajar kalian semua ya... Dasar ibu-ibu muda yg nggak tau untung
dan terimakasih... Masa suami, mertua dan anak sendiri dikatain babi,
anjing, tikus. Ingat ini ya, kalau kalian semua menantuku udah kubuat
mampus kalian semua!!"
Senin, 06 April 2015
Teks Proklamasi
Pulang sekolah si Ucok nangis.
Bapaknya heran dan bertanya: "Kenapa kau menangis Ucok??"
Ucok: "Aku diusir Bu Guru Pak..."
Bapak: "Bah..! Kenapa kau diusir??"
Ucok: "Bu Guru nanya.. siapa yang tandatangan teks proklamasi?"
Bapak: "Lantas kau jawab apa?"
Ucok: "Bukan aku Bu... Sumpah! Bukan aku, Bu!!"
Bapak: "Ah, kaupun..?! Ngaku sazalah kau, apa salahnya?? Zaman sekarang susah masuk sekolah..!"
Ucok: "Iya.. Iya Pak yaaa!"
Esoknya si Ucok pulang cepat.. Dengan tampang yang lebih kusut lagi..
Bapak: "Massam mananya Ucok??"
Ucok: "Aku diskors Pak.. 3 hari.. gara-gara aku ikuti omongan Bapak."
Bapak: "Bah! Apa pulak nya maksud gurumu itu??... Ayo kita balek ke sekolah kau. Biar aku kasi tahu Guru kau yang sebenarnya."
Di Sekolah
Bu Guru: "Wah.. selamat pagi Pak Ucok, ada perlu apa nih?"
Bapak (bicara pelan): "Begini Bu Guru... aku mau kasi tahu Bu Guru tentang teks proklamasi itu.."
Bu Guru (bengong): "Yah.. kenapa Pak Ucok??"
Bapak: "Sebenarnya ibu Guru salahlaaah... Masak si Ucok yang ditanya? Kan waktu itu dia belum lahir Bu?"
Bu Guru (makin bengong): "Trus?"
Bapak: "Begini Ibu, ini terus teranglah ya... yang sebenarnya ... yang menanda tangani teks Proklamasi itu...saya , ibu...!"
Bu Guru: "Yaa ampun.. Pulang! Bapak pulang aja deh!!"
Di Jalan
Bapak: "Massam mana nya ini Ucok, kau nggak ngaku...salah. Kau ngaku salah pulak! Aku yang ngaku, salah zuga....Puusing kepalaku..!"
Tiba tiba mereka ketemu dg ompung dolinya si Ucok,
Ompung doli: "Bah!.. Darimana kalian? Kusut kali kulihat wajah kalian berdua?? Apa persoalan??"
Maka Pak Ucok pun mulai cerita sejak awal sampai mereka diusir Bu Guru... Ompung doli langsung ketawa ngakak.
Ompung doli: "Ha... Ha... Itu bukan persoalan besar...! Mana... mana teksnya? Biar kutandatangani...!"
Bapaknya heran dan bertanya: "Kenapa kau menangis Ucok??"
Ucok: "Aku diusir Bu Guru Pak..."
Bapak: "Bah..! Kenapa kau diusir??"
Ucok: "Bu Guru nanya.. siapa yang tandatangan teks proklamasi?"
Bapak: "Lantas kau jawab apa?"
Ucok: "Bukan aku Bu... Sumpah! Bukan aku, Bu!!"
Bapak: "Ah, kaupun..?! Ngaku sazalah kau, apa salahnya?? Zaman sekarang susah masuk sekolah..!"
Ucok: "Iya.. Iya Pak yaaa!"
Esoknya si Ucok pulang cepat.. Dengan tampang yang lebih kusut lagi..
Bapak: "Massam mananya Ucok??"
Ucok: "Aku diskors Pak.. 3 hari.. gara-gara aku ikuti omongan Bapak."
Bapak: "Bah! Apa pulak nya maksud gurumu itu??... Ayo kita balek ke sekolah kau. Biar aku kasi tahu Guru kau yang sebenarnya."
Di Sekolah
Bu Guru: "Wah.. selamat pagi Pak Ucok, ada perlu apa nih?"
Bapak (bicara pelan): "Begini Bu Guru... aku mau kasi tahu Bu Guru tentang teks proklamasi itu.."
Bu Guru (bengong): "Yah.. kenapa Pak Ucok??"
Bapak: "Sebenarnya ibu Guru salahlaaah... Masak si Ucok yang ditanya? Kan waktu itu dia belum lahir Bu?"
Bu Guru (makin bengong): "Trus?"
Bapak: "Begini Ibu, ini terus teranglah ya... yang sebenarnya ... yang menanda tangani teks Proklamasi itu...saya , ibu...!"
Bu Guru: "Yaa ampun.. Pulang! Bapak pulang aja deh!!"
Di Jalan
Bapak: "Massam mana nya ini Ucok, kau nggak ngaku...salah. Kau ngaku salah pulak! Aku yang ngaku, salah zuga....Puusing kepalaku..!"
Tiba tiba mereka ketemu dg ompung dolinya si Ucok,
Ompung doli: "Bah!.. Darimana kalian? Kusut kali kulihat wajah kalian berdua?? Apa persoalan??"
Maka Pak Ucok pun mulai cerita sejak awal sampai mereka diusir Bu Guru... Ompung doli langsung ketawa ngakak.
Ompung doli: "Ha... Ha... Itu bukan persoalan besar...! Mana... mana teksnya? Biar kutandatangani...!"
Melahirkan Anak Kembar
Seorang pria yang istrinya sedang hamil tidak tahan berada di ruang bersalin pada saat kelahiran.
Jadi dia pikir dia berada di kantin rumah sakit dan dia akan selalu menelepon kemudian untuk mengetahui proses persalinan.
Dia menelepon dan perawat mengatakan "Seorang gadis telah lahir dan masih ada lagi yang mau keluar.."
Ia menelepon lagi nanti dan perawat mengatakan, "Seorang gadis lagi, tapi ini masih ada lagi yang akan keluar.."
Ia menelepon sekali lagi dan perawat mengatakan, "Sekarang ini anak laki-laki tapi masih ada lagi yang akan keluar.."
Dia tidak tahan lagi sehingga ia pergi ke minimarket untuk membeli beberapa kaleng bir dan minum.
Satu jam kemudian ia benar-benar gugup. Dia menghubungi rumah sakit, tangan gemetar, dan tidak sengaja memencet pusat informasi sebuah klub sepakbola.
Ia bertanya, "Akhirnya kita dapat berapa?"
Orang di seberang mengatakan, "Mantap, dapat 8. Harusnya bisa dapat 9, namun yang terakhir offside.."
Jadi dia pikir dia berada di kantin rumah sakit dan dia akan selalu menelepon kemudian untuk mengetahui proses persalinan.
Dia menelepon dan perawat mengatakan "Seorang gadis telah lahir dan masih ada lagi yang mau keluar.."
Ia menelepon lagi nanti dan perawat mengatakan, "Seorang gadis lagi, tapi ini masih ada lagi yang akan keluar.."
Ia menelepon sekali lagi dan perawat mengatakan, "Sekarang ini anak laki-laki tapi masih ada lagi yang akan keluar.."
Dia tidak tahan lagi sehingga ia pergi ke minimarket untuk membeli beberapa kaleng bir dan minum.
Satu jam kemudian ia benar-benar gugup. Dia menghubungi rumah sakit, tangan gemetar, dan tidak sengaja memencet pusat informasi sebuah klub sepakbola.
Ia bertanya, "Akhirnya kita dapat berapa?"
Orang di seberang mengatakan, "Mantap, dapat 8. Harusnya bisa dapat 9, namun yang terakhir offside.."
Penyebab Cepat Lelah Ketika Bekerja
Selama beberapa tahun saya telah menyalahkan kelelahan saya pada kurang
tidur dan terlalu banyak tekanan dari pekerjaan saya, tapi sekarang saya
menemukan alasan sebenarnya.
Saya lelah karena saya terlalu banyak bekerja. Populasi negara ini adalah 237 juta. 104 juta sudah pensiun. Ada 133 juta jiwa yang masih bisa bekerja. Ada 85 juta masih di sekolah, sehingga masih ada 48 juta orang yang bisa melakukan pekerjaan.
Ada 29 juta orang yang digunakan oleh pemerintah pusat dan daerah, tersisa 19 juta orang yang bisa melakukan pekerjaan. 2,8 juta berada di TNI dan Polri, yang tersisa adalah 16,2 juta orang untuk melakukan pekerjaan. Ambil dari total 14.800.000 orang yang pergi ke luar negeri dan tinggal 1,4 juta yang siap untuk melakukan pekerjaan. Pada waktu tertentu ada 188.000 orang di rumah sakit, sehingga masih ada 1.212.000 untuk melakukan pekerjaan.
Sekarang, ada 1.211.998 orang di penjara. Sehingga akhirnya hanya dua orang yang bisa melakukan pekerjaan. Anda dan saya. Dan saat ini anda hanya duduk membaca cerita lucu di blog ini!
Saya lelah karena saya terlalu banyak bekerja. Populasi negara ini adalah 237 juta. 104 juta sudah pensiun. Ada 133 juta jiwa yang masih bisa bekerja. Ada 85 juta masih di sekolah, sehingga masih ada 48 juta orang yang bisa melakukan pekerjaan.
Ada 29 juta orang yang digunakan oleh pemerintah pusat dan daerah, tersisa 19 juta orang yang bisa melakukan pekerjaan. 2,8 juta berada di TNI dan Polri, yang tersisa adalah 16,2 juta orang untuk melakukan pekerjaan. Ambil dari total 14.800.000 orang yang pergi ke luar negeri dan tinggal 1,4 juta yang siap untuk melakukan pekerjaan. Pada waktu tertentu ada 188.000 orang di rumah sakit, sehingga masih ada 1.212.000 untuk melakukan pekerjaan.
Sekarang, ada 1.211.998 orang di penjara. Sehingga akhirnya hanya dua orang yang bisa melakukan pekerjaan. Anda dan saya. Dan saat ini anda hanya duduk membaca cerita lucu di blog ini!
Langganan:
Postingan (Atom)